Top Ad unit 728 × 90

mahasiswa salah aturan ?


Seharian tadi dikantin kampus gue ngobrolin sesuatu yang absurd banget, mulai dari masalah penjaga kantin yang cerita klo tetangganya bunuh diri sampe ke kakak senior gue yang cerita dan ngeluarin teorinya tentang minuman bersoda. Iya walaupun gue belom termasuk mahasiswa yang “telat” kuliah nya tapi gue lebih seneng ngumpul dan ngobrol sama mahasiswa-mahasiswa tingkat atas. Bagi gue keluhan mereka merupakan motivasi buat gue supaya ga kayak mereka kedepannya. Jadi tips dari gue buat nambah motivasi lo biar tambah semangat kuliah, mending ikut ngumpul sama mahasiswa-mahasiswa tua kayak gini, selain ngedengerin keluhan mereka tentang skripsi lo bisa ambil hikmah dari apa yang udah mereka lakuin, jadi nantinya lo bisa milih jalan hidup kayak apam mau seperti mereka atau mau jadi lebih baik. Terserah.
Senior gue ini bukan termasuk salah satu mahasiswa salah jurusan seperti apa yang gue emban sekarang ini. Kenapa begitu? Soalnya sebelum gue ngobrol-ngobrol dan kongkow bareng sama gue udah sempet gue wawancara dan gue jejelin pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan mahasiswa salah jurusan. Menurut teori kuisioner yang udah gue jejelin ke dia kayaknya dia belom masuk ke kategori ini. Tapi dia dengan lantang menghakimi dirinya sendiri sebagai salah satu the founding father  “mahasiswa salah aturan”.
Menurut dia mahasiswa salah aturan ini beda dibanding mahasiswa salah jurusan. Mahasiswa salah aturan ga harus salah jurusan. Cuma perlu modal keberanian buat membuka fikiran dan bertindak diluar aturan-aturan yang berlaku. Jadi menurut gue, kakak senior gue ini ga pernah menerapkan sistem manajemen “frog fenomena”. Frog fenomena ini diibarat kan seperti katak yang hanya bisa diam dan menerima keadaan yang ada. Tidak ada keinginan dan usaha untuk keluar dari keadaan tersebut. Mereka yang mengalami “frog fenomena” biasanya ga mau keluar dari jalur amannya. Mereka yang mengalami ini biasanya ikut dan patuh terhadap peraturan agar mendapat pandangan yang baik dari dunia luar. Menurut gue mereka yang mengalami “frog fenomena” ini merugikan dirinya sendiri. Bagi gue orang yang ga mau keluar dari batas aman nya atau zona amannya, mereka ga akan pernah bisa berkembang. Biasanya setiap orang yang mengalami fenomena ini ga mau mengambil resiko yang besar.
Hal ini berlawanan dengan teori investasi yang pernah gue pelajari. “high risk high return but low risk you will get low return..” resiko besar akan menghasilkan keuntungan yang besar sedangkan resiko yang kecil juga akan menghasilkan keuntungan yang kecil pula, itu mutlak dan benar menurut gue. Dari sekian banyak teori investasi yang dijelasin dosen gue di kelas Cuma kata-kata itu yang tertanam di otak gue, entah karena hal tersebut udah gue alami atau memang otak gue yang ga kuat buat nampung teori-teori yang lainnya.. entahlah..
Senior gue ini sebagai mahasiswa salah aturan selalu mengambil resiko terbesar yang dia hadapin didalam hidupnya. Misal, ketika seharusnya di semester delapan para mahasisswa udah pada sibuk ujian skripsi, pendadaran, dan wisuda, senior gue itu masih berkelut dengan remedi mata kuliah sebelumnya. Bagi dia setiap mahasiswa udah dijatah empat belas semester dan dia benar-benar memanfaat kan itu, rugi baginya kalo lulus cepat sedangkan semester yang dijatah masih banyak. Hebat sekali pola fikirnya.
Contoh kecil yang pernah dia utarakan ke gue, katanya mahasiswa yang mengalami kehidupan yang datar atau ga mau keluar dari zona amannya biasanya dikampus berorientasi pada nilai.. nilai... dan nilai. Padahal masih banyak potensi dalam dirinya yang bisa digali dan dikembangkan lagi selain menjadi pegawai kantoran yang hobi nya Cuma duduk di balik meja kantornya. Mereka yang seperti itu biasanya susah menikmati hidupnya.
Kadang ketika seseorang yang mempunyai sifat seperti itu mereka membayangkan masa depannya akan terus selamanya berada didalam kantor yang menurut gue itu datar banget buat dilakuin. Berbeda dengan senior gue ini yang punya title mahasiswa salah aturan. Bagi dia masa kuliah itu ga harus dihabiskan dibangku kelas sepanjang hari, banyak pengalaman menarik yang bisa kalian kembangkan diluar sana, ga selamanya bermain diluar itu merugikan. Makaya jangan pernah menjudge atau menghakimi mahasiswa yang memiliki indeks prestasi dibawah rata-rata sebelum kalian tau cerita dibalik indeks prestasi itu. tidak semua mahasiswa dengan IP kecil menghabiskan waktu di warnet dengan bermain game. Banyak mahasiswa yang memiliki indeks prestasi perkuliahan dibawah rata-rata memiliki pengalaman yang lebih dibanding mahasiswa cumlaude diluar sana. Kayaknya bakalan jadi saingan mahasiswa salah jurusan nih..
Tidak akan pernah!!
Pokoknya senior gue ini super duper amazing banget dah!!! Sampe-sampe kalo dia cerita kekhusyukan gue makan itu tahu telor jadi hilang.. selera makan gue menurun seketika.
Ditengah kekhusyukan gue yang lagi makan sepiring tahu telor ini, tiba-tiba senior gue membuka pembicaraan
kanca ku le, tiap harinya mari mangan, awak e pasti minum soda, sesok e aku ajak ngombe arak, ga tau e awak e ngeluh, weteng e sakit koyok mau pecah..” sambil ngeliatin gue minum soda.
(temen gue tiap hari abis makan selalu minum soda, besok nya pas gue ajak mabok, anaknya kesakitan, katanya perutnya kayak mau pecah)
“ loh kok iso mas?” tanya gue penasaran
“iyo jarene goro-goro ngombe soda usus e menciut, kon iso bayangen a lek usus mu kecil trus disusuki panganan sing akeh.. yo melundak le..”
(iya katanya gara-gara minum soda terus usunya meciut, lo bisa bayangin kalo usus lo kecil trus dipaksa dimasukin makanan yang banya.. ya pecah le..”
Gue ngangguk-ngangguk menghargai dia, sambil minum soda yang baru gue beli tadi.
yo mending aku..ga ngombe soda, jadi yo mabok alkohol yo ora opo-opo..” lanjut dia.
( yah mending gue , ga minum soda, jadi ya mabok alkohol ya ga apa-apa)
Hmm gitu... gue ngangguk-ngangguk lagi menghomati diasambil minum soda gue lagi.
Gue ga mau kalah biar junior begini gue mesti menang debat dong, gue keluarin deh tuh teori seadanya..
 “mas mau ngilangin berbagai penyakit ga mas?” tanya gue
“caranya le?? “ tanya junior gue antusias.
“mas tau alkohol itu buat apa kan? Buat bersihin luka kan> nah minum aja tuh alkohol tujuh puluh persen sekaligus, dijamin bakteri-bakteri hilang semua... percaya deh mas.. ga perlu ke klinik tong fang lagi deh!!!! ” jawab gue pede.
WATDEFAK!!!”Senior gue kena serangan jantung stadium akhir.
Semenjak teori yang gue keluarin tadi, senior gue ini jadi diam seribu bahasa. Gue merasa menang. Gue senang, gue menang, dia pulang.
Sore itu dikantin menurut gue hari paling absurd dan paling asik yang gue alamin, kenapa? Karena dihari itu ibu-ibu kantin penjual tahu telor jadi kenal gue, dan mau berbagi cerita pengalamannya selama berjualan disana. Tinggal pintar-pintar gue cari topik... sepiring tahu telor jadi jaminan buat ngutang hari itu, berkah kan? Ga selamanya nongkrong dikantin itu buang-buang waktu. Besok gue mau terapin cara ini ke pedagang di Mall deket kampus gue.. berhasil ga yah?  semoga berhasil.
Amin.
mahasiswa salah aturan ? Reviewed by Oki Jodi on 7:29 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by mahasiswasalahjurusan © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.