mahasiswa salah aturan ?
Seharian tadi dikantin kampus gue
ngobrolin sesuatu yang absurd banget, mulai dari masalah penjaga kantin yang
cerita klo tetangganya bunuh diri sampe ke kakak senior gue yang cerita dan
ngeluarin teorinya tentang minuman bersoda. Iya walaupun gue belom termasuk
mahasiswa yang “telat” kuliah nya tapi gue lebih seneng ngumpul dan ngobrol
sama mahasiswa-mahasiswa tingkat atas. Bagi gue keluhan mereka merupakan
motivasi buat gue supaya ga kayak mereka kedepannya. Jadi tips dari gue buat
nambah motivasi lo biar tambah semangat kuliah, mending ikut ngumpul sama
mahasiswa-mahasiswa tua kayak gini, selain ngedengerin keluhan mereka tentang
skripsi lo bisa ambil hikmah dari apa yang udah mereka lakuin, jadi nantinya lo
bisa milih jalan hidup kayak apam mau seperti mereka atau mau jadi lebih baik.
Terserah.
Senior gue ini
bukan termasuk salah satu mahasiswa salah jurusan seperti apa yang gue emban
sekarang ini. Kenapa begitu? Soalnya sebelum gue ngobrol-ngobrol dan kongkow
bareng sama gue udah sempet gue wawancara dan gue jejelin pertanyaan-pertanyaan
yang berhubungan dengan mahasiswa salah jurusan. Menurut teori kuisioner yang
udah gue jejelin ke dia kayaknya dia belom masuk ke kategori ini. Tapi dia
dengan lantang menghakimi dirinya sendiri sebagai salah satu the founding father “mahasiswa salah aturan”.
Menurut dia
mahasiswa salah aturan ini beda dibanding mahasiswa salah jurusan. Mahasiswa
salah aturan ga harus salah jurusan. Cuma perlu modal keberanian buat membuka
fikiran dan bertindak diluar aturan-aturan yang berlaku. Jadi menurut gue,
kakak senior gue ini ga pernah menerapkan sistem manajemen “frog fenomena”.
Frog fenomena ini diibarat kan seperti katak yang hanya bisa diam dan menerima
keadaan yang ada. Tidak ada keinginan dan usaha untuk keluar dari keadaan
tersebut. Mereka yang mengalami “frog fenomena” biasanya ga mau keluar dari
jalur amannya. Mereka yang mengalami ini biasanya ikut dan patuh terhadap
peraturan agar mendapat pandangan yang baik dari dunia luar. Menurut gue mereka
yang mengalami “frog fenomena” ini merugikan dirinya sendiri. Bagi gue orang
yang ga mau keluar dari batas aman nya atau zona amannya, mereka ga akan pernah
bisa berkembang. Biasanya setiap orang yang mengalami fenomena ini ga mau
mengambil resiko yang besar.
Hal ini berlawanan
dengan teori investasi yang pernah gue pelajari. “high risk high return but low risk you will get low return..”
resiko besar akan menghasilkan keuntungan yang besar sedangkan resiko yang
kecil juga akan menghasilkan keuntungan yang kecil pula, itu mutlak dan benar
menurut gue. Dari sekian banyak teori investasi yang dijelasin dosen gue di
kelas Cuma kata-kata itu yang tertanam di otak gue, entah karena hal tersebut
udah gue alami atau memang otak gue yang ga kuat buat nampung teori-teori yang
lainnya.. entahlah..
Senior gue ini
sebagai mahasiswa salah aturan selalu mengambil resiko terbesar yang dia
hadapin didalam hidupnya. Misal, ketika seharusnya di semester delapan para
mahasisswa udah pada sibuk ujian skripsi, pendadaran, dan wisuda, senior gue
itu masih berkelut dengan remedi mata kuliah sebelumnya. Bagi dia setiap
mahasiswa udah dijatah empat belas semester dan dia benar-benar memanfaat kan
itu, rugi baginya kalo lulus cepat sedangkan semester yang dijatah masih
banyak. Hebat sekali pola fikirnya.
Contoh kecil
yang pernah dia utarakan ke gue, katanya mahasiswa yang mengalami kehidupan
yang datar atau ga mau keluar dari zona amannya biasanya dikampus berorientasi
pada nilai.. nilai... dan nilai. Padahal masih banyak potensi dalam dirinya
yang bisa digali dan dikembangkan lagi selain menjadi pegawai kantoran yang hobi
nya Cuma duduk di balik meja kantornya. Mereka yang seperti itu biasanya susah
menikmati hidupnya.
Kadang ketika
seseorang yang mempunyai sifat seperti itu mereka membayangkan masa depannya
akan terus selamanya berada didalam kantor yang menurut gue itu datar banget
buat dilakuin. Berbeda dengan senior gue ini yang punya title mahasiswa salah
aturan. Bagi dia masa kuliah itu ga harus dihabiskan dibangku kelas sepanjang
hari, banyak pengalaman menarik yang bisa kalian kembangkan diluar sana, ga
selamanya bermain diluar itu merugikan. Makaya jangan pernah menjudge atau
menghakimi mahasiswa yang memiliki indeks prestasi dibawah rata-rata sebelum
kalian tau cerita dibalik indeks prestasi itu. tidak semua mahasiswa dengan IP
kecil menghabiskan waktu di warnet dengan bermain game. Banyak mahasiswa yang
memiliki indeks prestasi perkuliahan dibawah rata-rata memiliki pengalaman yang
lebih dibanding mahasiswa cumlaude diluar sana. Kayaknya bakalan jadi saingan
mahasiswa salah jurusan nih..
Tidak akan pernah!!
Pokoknya senior
gue ini super duper amazing banget dah!!! Sampe-sampe kalo dia cerita
kekhusyukan gue makan itu tahu telor jadi hilang.. selera makan gue menurun
seketika.
Ditengah
kekhusyukan gue yang lagi makan sepiring tahu telor ini, tiba-tiba senior gue
membuka pembicaraan
“kanca
ku le, tiap harinya mari mangan, awak e pasti minum soda, sesok e aku ajak
ngombe arak, ga tau e awak e ngeluh, weteng e sakit koyok mau pecah..”
sambil ngeliatin gue minum soda.
(temen gue tiap hari abis makan selalu
minum soda, besok nya pas gue ajak mabok, anaknya kesakitan, katanya perutnya
kayak mau pecah)
“
loh kok iso mas?”
tanya gue penasaran
“iyo
jarene goro-goro ngombe soda usus e menciut, kon iso bayangen a lek usus mu
kecil trus disusuki panganan sing akeh.. yo melundak le..”
(iya katanya gara-gara minum soda terus
usunya meciut, lo bisa bayangin kalo usus lo kecil trus dipaksa dimasukin
makanan yang banya.. ya pecah le..”
Gue ngangguk-ngangguk menghargai dia,
sambil minum soda yang baru gue beli tadi.
“yo
mending aku..ga ngombe soda, jadi yo mabok alkohol yo ora opo-opo..” lanjut
dia.
( yah mending gue , ga minum soda, jadi
ya mabok alkohol ya ga apa-apa)
Hmm gitu... gue ngangguk-ngangguk lagi
menghomati diasambil minum soda gue lagi.
Gue ga mau kalah biar junior begini gue
mesti menang debat dong, gue keluarin deh tuh teori seadanya..
“mas mau ngilangin berbagai penyakit ga mas?”
tanya gue
“caranya le?? “ tanya junior gue
antusias.
“mas tau alkohol itu buat apa kan? Buat
bersihin luka kan> nah minum aja tuh alkohol tujuh puluh persen sekaligus,
dijamin bakteri-bakteri hilang semua... percaya deh mas.. ga perlu ke klinik tong
fang lagi deh!!!! ” jawab gue pede.
“WATDEFAK!!!”Senior
gue kena serangan jantung stadium akhir.
Semenjak teori yang gue keluarin tadi,
senior gue ini jadi diam seribu bahasa. Gue merasa menang. Gue senang, gue
menang, dia pulang.
Sore itu
dikantin menurut gue hari paling absurd dan paling asik yang gue alamin,
kenapa? Karena dihari itu ibu-ibu kantin penjual tahu telor jadi kenal gue, dan
mau berbagi cerita pengalamannya selama berjualan disana. Tinggal pintar-pintar
gue cari topik... sepiring tahu telor jadi jaminan buat ngutang hari itu,
berkah kan? Ga selamanya nongkrong dikantin itu buang-buang waktu. Besok gue
mau terapin cara ini ke pedagang di Mall deket kampus gue.. berhasil ga yah? semoga berhasil.
Amin.
mahasiswa salah aturan ?
Reviewed by Oki Jodi
on
7:29 AM
Rating:
Tidak ada komentar: